Warning: call_user_func_array() expects parameter 1 to be a valid callback, function 'wp_init_targeted_link_rel_filters' not found or invalid function name in /home/malikarr/public_html/wp-includes/class-wp-hook.php on line 286
Mengarungi Lautan Bebatuan Felsenmeer – Pengagum Alam Raya

Mengarungi Lautan Bebatuan Felsenmeer

20180324_113732
Felsenmeer di Lautertal, Odenwald, Hessen, Jerman.

Karena musim dingin sudah berakhir, udara sudah mulai hangat, dan matahari sudah bersinar, maka waktunya jalan-jalan dimulai. Akhir minggu ini saya berkesempatan untuk jalan-jalan lagi ke geosite lain di Geopark Odenwald-Bergstrasse, yaitu ke Geosite Felsenmeer (Felsen=batu, Meer=laut). Felsenmeer terletak di daerah Lautertal, sekitar 40 kilometer arah selatan dari Darmstadt, kota saya melanjutkan studi. Seperti namanya, lautan batu, tempat ini tersusun atas bongkahan-bongkahan besar granodiorit yang begitu banyak seolah-olah seperti lautan bebatuan.

1Secara geologis, daerah ini tersusun atas batuan granodiorit berumur Permian, atau sekitar 300 juta tahun yang lalu. Batuan granodiorit yang membeku jauh di bawah permukaan bumi perlu waktu ratusan juta tahun hingga akhirnya tersingkap ke permukaan, yaitu pada kala Tersier. Karena batuan yang sebelumnya berada di atas batuan granodiorit ini tidak ada lagi, maka tekanan yang biasa menekan granodiorit ini pun hilang. Batuan granodiorit merespon hilangnya tekanan ini dengan merekah dan membentuk pola rekahan yang kemudian mempercepat proses pelapukan. Pada daerah-daerah yang berlereng, bongkahan bebatuan ini menumpuk, seperti di Lautertal ini. (Gambar: Proses pembentukan lautan bebatuan di Lautertal, Geopark Odenwald-Berstrasse, 2002). Proses pelapukan seperti ini dikenal sebagai proses pelapukan bantal atau Woolsack Weathering, atau dalam bahasa Jerman Wollsackverwittung.

20180324_105401Selain fenomena geologinya yang luar biasa, ternyata Felsenmeer juga mempunyai sejarah panjang yang tak kalah mengagumkan. Tercatat Bangsa Roma sejak awal abad ke-3 sudah mulai mengeksploitasi bebatuan di Lautertal. Di gerbang masuk Felsenmeer terdapat miniatur gergaji batu yang membuat saya berdecak kagum, “Bangsa Roma, Gila!”. Bayangkan saja batuan Granodiorit, keras, berat, dipotong manual dengan gergaji.

20180324_105825Di gerbang masuk Felsenmeer juga ada museum kecil yang berisikan cerita proses geologi Felsenmeer beserta batuan-batuan yang ditemukan di area sekitar. Selain itu juga ada mainan-mainan bebatuan dari Zaman Romawi Kuno, seperti main SOS zaman sekarang. Juga ada juga maket bengkel situs yang kemudian jadi panduan kami untuk menjelajahi Felsenmeer. Tapi yang paling utama dari museum ini adalah gratisnya, hahaha.

Mendaki Felsenmeer cukup melelahkan. Batuan-batuan besar, jarak yang cukup jauh, dan juga beda elevasi yang cukup tinggi lumayan menguras tenaga. Di tengah-tengah kita sampai di sebuah jembatan yang jadi lokasi istirahat yang lumayan melegakan. Setelah jembatan ini, trek tidak begitu menanjak seperti sebelumnya, lebih landai dan bebatuan mulai jarang-jarang. Disini kita akan bertemu bengkel bebatuan zaman Roma.

WhatsApp Image 2018-03-25 at 9.51.37 AM (1)

Menurut informasi, ada sekitar 300 artefak yang ditemukan di kawasan Felsenmeer, tapi kami hanya menjumpai beberapa, mungkin karena kurang awas. Salah satu yang paling menarik adalah sebuah tiang batu yang sangat besar, mungkin panjangnya 10 meter dengan estimasi berat 30 ton. Pilar-pilar dari Felsenmeer dipakai di beberapa tempat, seperti di Trier Domstein, Kota Trier, dan di Kastil Heidelberg (sumber: wikipedia). Bayangkan proses pengangkutannya, pemotongannya, dan segala kerumitan yang dilakukan ratusan atau mungkin ribuan tahun yang lalu.

Di Felsenmeer saya belajar bagaimana orang Jerman mengelola warisan geologi dan warisan sejarahnya. Di Felsenmeer, terutama di museumnya, kita bisa tahu apa yang ada di dalam situs ini, flora-faunanya, geologinya, sejarahnya. Peta jalur tersedia begitu informatif dan juga di setiap stop bisa kita temukan, sehingga kita bisa berjalan tanpa pemandu, meskipun jika mau, pengurus menawarkan jasanya. Selain itu secara rutin ada acara khusus untuk anak-anak. Bentuknya bermacam-macam, ada tur, ada permainan, dan lain-lain. Semuanya semata-mata sebagai upaya menjaga, melestarikan, dan memanfaatkan fenomena alam sebagai sarana edukasi dan wisata.

Statusnya sebagai Geotopes of the Year 2002 juga sangat membantu, karena setiap tempat yang mendapat gelar Geotopes of the Year memiliki brosur dan keterangan yang cukup informatif yang bisa kita unduh dari situs Geopark Odenwald-Bergstrasse.

 

Sumber: Brosur Geotopes Tahun 2002 – http://www.geo-naturpark.net/deutsch/infothek/infomaterial.php#anchor_1bd3c59a_Accordion-4-Flyer-zu-Geotopen

 

You Might Also Like

Fatal error: Uncaught Error: Call to undefined function wp_get_unapproved_comment_author_email() in /home/malikarr/public_html/wp-includes/comment-template.php:1376 Stack trace: #0 /home/malikarr/public_html/wp-content/themes/deoblog-lite/template-parts/content-single.php(102): comments_template() #1 /home/malikarr/public_html/wp-includes/template.php(706): require('/home/malikarr/...') #2 /home/malikarr/public_html/wp-includes/template.php(653): load_template('/home/malikarr/...', false) #3 /home/malikarr/public_html/wp-includes/general-template.php(157): locate_template(Array, true, false) #4 /home/malikarr/public_html/wp-content/themes/deoblog-lite/single.php(68): get_template_part('template-parts/...', '') #5 /home/malikarr/public_html/wp-includes/template-loader.php(77): include('/home/malikarr/...') #6 /home/malikarr/public_html/wp-blog-header.php(19): require_once('/home/malikarr/...') #7 /home/malikarr/public_html/index.php(17): require('/home/malikarr/...') #8 {main} thrown in /home/malikarr/public_html/wp-includes/comment-template.php on line 1376