Warning: call_user_func_array() expects parameter 1 to be a valid callback, function 'wp_init_targeted_link_rel_filters' not found or invalid function name in /home/malikarr/public_html/wp-includes/class-wp-hook.php on line 286
ArcScene Model – Pengagum Alam Raya

ArcScene Model

Video surutnya Danau Bandung. Ternyata jika ketinggian air Danau Bandung Purba dimodelkan, titik genangan tertinggi sebelum Danau Bandung Purba tumpah di sekitar Padalarang adalah pada elevasi 700-705 mdpl. Tentu ini berdasarkan data topografi sekarang, pada masa lampau topografinya pasti lebih tinggi dan banyak terjadi erosi. Menurut Pak T. Bachtiar, endapan sedimen danau ditemukan hingga elevasi 725 mdpl, sehingga pada masa lampau, danau purba pernah menyentuh elevasi ini.

Dalam video yang dibuat menggunakan piranti lunak ArcGIS ini, pengeringan Danau Bandung ditunjukkan. Danau Bandung yang terbagi dua: Danau Bandung Barat dan Danau Bandung Timur yang dibatasi Pematang Perbukitan Volkanik Selacau Lagadar, mengering tidak bersamaan. Danau Bandung sebelah timur kering lebih dulu karena elevasinya lebih tinggi, sementara Danau Bandung sebelah barat yang kini menjadi Waduk Saguling kering belakangan. Danau Bandung Timur mengering sepenuhnya pada 16 ribu tahun silam (Dam dkk, 1996).

 

Visualisasi banjir di Kota Bennewitz, Negara Bagian Saxony, Jerman, menggunakan Arcscene. Data banjir dibuat dari skenario iklim. Warna biru langit menunjukkan ketinggian banjir dan warna-warna bangunan menunjukkan taksonomi bangunan. Perhatikan pertemuan antara muka banjir dengan bangunan menunjukkan kedalaman banjir.

Data dalam model ini didapatkan dari master thesis Tifany Aprilllia lulusan program master Hydroscience Engineering TU Dresden.

Berikut berita kondisi banjir di Kota Bennewitz tahun 2002