Padanan Mud Volcano dalam Bahasa Indonesia

Dua hari yang lalu saya diajak ngobrol oleh Pak Dasapta Erwin (Dosen Hidrogeologi ITB) tentang Mud Volcano yang baru meletus di Blora, Jawa Tengah. Dalam diskusi ini kami gak membicarakan hal-hal teknis Mud Volcano, karena kami gak punya banyak pengalaman di bidang ini. Tapi setidaknya Mud Volcano jadi pemantik diskusi.

Inti dari diskusi ini adalah bahwa ada banyak sekali yang kita gak tahu tentang Mud Volcano. Saya bilang bahwa gunungapi normal yang besar saja kita masih kekurangan peneliti, coba bandingkan jumlah doktor gunungapi dengan jumlah gunungapi aktif di Indonesia. Apalagi Mud Volcano, yang gak sekasat mata gunungapi biasa.

Nah, ketika membuat judul untuk postingan Youtube, saya baru mikir, apa padanan Mud Volcano dalam bahasa Indonesia? Ketika saya mengartikan secara harfiah sebagai gunung lumpur, rasa-rasanya kok kurang pas ya. Karena Mud Volcano topografinya cenderung landai di dataran. Padanan dalam bahasa Jawanya “Bledug” rasanya bahasa yang bagus yang harusnya kita adaptasi sebagai padanan dari kata ini.

Ketika saya mencari di Kamus Geologi Purbo-Hadiwidjojo terbitan Badan Geologi saya menemukan padanan Mud Volcano adalah “Poton”. Poton ini artinya: longgokan lumpur dengan kepingan batuan yang terlontar oleh tekanan gas, misal seperti yang berasal dari longgokan minyak; kata asal Timor (1980). Kata poton ini sama sekali tidak pernah dipakai dalam rilis-rilis. Mungkin karena belum dipopulerkan.

Meski demikian, saya merasa kita perlu segera menyerap Bledug juga sebagai padanan dari mud volcano, selain poton yang sudah diusulkan oleh Purbo-Hadiwidjojo. Karena bahasa adalah rekaman ingatan kolektif suatu bangsa. Kekayaan bahasa mengindikasikan kayanya kebudayaan suatu bangsa. Jika tidak ada padanan mud volcano dalam bahasa Indonesia bukan berarti bahwa fenomena ini tak ada di sini. Hanya bahasa kita belum menyerap budaya yang sudah merekamnya, seperti Bledug atau Poton, atau mungkin ada dalam bahasa-bahasa daerah lainnya.